Kamis, 14 Maret 2013

Sekilas Tentang Fenomena MoonBow

Kita semua pasti sudah tahu pelangi, fenomena yang muncul setelah hujan di siang dan sore hari. Pelangi yang biasa kita lihat adalah spektrum cahaya berbentuk busur besar yang terjadi akibat pembiasan cahaya matahari dan butir air. Umumnya, pelangi terjadi pada atmosfer setelah turun hujan. Tapi pernahkah kalian melihat pelangi yang muncul di malam hari? Bagaimana bisa tercipta pelangi sedangkan tidak ada matahari? 

Sebelumnya kita mengenal dulu apa itu Moonbow atau yang disebut pelangi bulan. Pelangi bulan adalah salah satu fenomena alam yang langka dan sulit untuk ditemui. Moonbow lebih jarang terjadi dibandingkan dengan Rainbow yang sering kita lihat terbentang dilangit pada siang hari, yang merupakan gejala optik berupa cahaya warna-warni. Moonbow terjadi saat malam hari, saat matahari telah terbenam dan bulan tampil untuk menggantikan tugas matahari.


Fenomena ini terjadi ketika bulan berada pada titik rendah (kurang dari 42° di atas langit) dan ada hujan yang berlawanan dengan bulan. Bulan memang benda langit yang tidak memiliki cahaya sendiri, bulan hanya “meneruskan” cahaya dari matahari. Bila pelangi siang hari terjadi karena pembiasan cahaya matahari, maka pelangi yang terjadi malam hari disebabkan oleh pembiasan cahaya bulan.

Beberapa tempat di dunia sering menampilkan moonbow, salah satunya adalah air terjun Victoria di perbatasan Zambia dan Zimbabwe. Selain itu, air terjun Cumberland, dekat Corbin, Kentucky di Amerika Serikat juga sering dilaporkan terlihat moonbow disana.



Moonbow akan terlihat pada saat bulan purnama atau pada saat bulan hampir mencapai purnama, mata kita biasanya agak sulit melihat perbedaan warna yang tampil pada moonbow karena biasanya terlalu lemah untuk merangsang reseptor kerucut warna di mata manusia. Akibatnya mereka sering tampak putih, tapi kamera dapat menangkap warna-warna yang tampil “dengan sempurna”. Mata kita biasanya hanya bisa menangkap warna putih, dimana warna putih merupakan gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda, yang terjadi pada cahaya matahari. Tapi, bila cahaya bulan sangat terang, pelangi merah biasanya dapat dilihat dengan mata telanjang. Moonbow biasanya terlihat berlawanan dengan posisi bulan dan terlihat “begitu sempurna” pada saat terjadi bulan purnama secara penuh. Kombinasi persyaratan ini membuat Moonbow lebih jarang terjadi dibanding pelangi yang dihasilkan matahari.

Sebuah lingkaran (berbentuk cincin) berwarna di sekeliling bulan bukanlah moonbow. Cincin tersebut terbentuk karena pembiasan sinar bulan oleh kristal-kristal es heksagonal yang terbentuk di atmosfer. Fenomena ini hanya dapat terjadi jika bulan berada di satu sudut tertentu saja. 


Moonbow memang sangat jarang terjadi, perlu kondisi dan kriteria khusus yang menyebabkan kondisi ini akan terjadi, yaitu posisi bulan berada pada titik rendah (sekitar kurang dari 42° di langit) dan sinar bulan harus kuat (ini terjadi pada fase mendekati purnama atau purnama), air (hujan, percikan air terjun, embun) dalam intensitas yang cukup dan langit telah gelap. Sebagai pendukung jika turun hujan dengan arah berlawanan dapat membuat terlihat lebih terang. Kombinasi ini membuat moonbows jauh lebih jarang muncul daripada pelangi yang dihasilkan oleh matahari (dengan perhitungan bulan purnama muncul hanya satu-dua kali dalam sebulan).


sumber

Foto-Foto Gangster di Papua New Guinea



Papua New Guinea secara resmi suatu negara demokratis yang tetap menjadi wilayah Ratu Elizabeth II. Tapi banyak akademisi menyebutnya sebagai "demokrasi teratur", karena terlalu banyak orang di sini hidup dalam kemiskinan ekstrim dan milik kelompok berbagai raskol (penjahat). budaya geng lokal membuat Port Moresby, ibukota negara, kota kejahatan terkenal semua dunia. 

Negara ini sangat rusak. Hukum dan ketertiban runtuh, dan geng sering menjadi ujung tombak kelangsungan hidup bagi Papua New Guinea citizens.80% kaum muda yang menganggur, dan sekitar sepertiga dari penduduk harus hidup dengan kurang dari $ 1,25 per hari. Tidak heran bahwa orang-orang muda meninggalkan sekolah, membawa senjata dan berjuang untuk hidup mereka.

Photographer Stephen Dupont menciptakan serangkaian potret budaya geng yang dikenal sebagai KIPS Kaboni (Red Devils) yang menunjukkan wajah asli Papua Nugini demokrasi.
















Rabu, 13 Maret 2013

Cerita Dibalik Kesuksesan Primagama


Purdi E Chandra lahir di Lampung 9 September 1959. Secara “tak resmi” Purdi sudah mulai berbisnis sejak ia masih duduk di bangku SMP di Lampung, yakni ketika dirinya beternak ayam dan bebek, dan kemudian menjual telurnya di pasar.

Bisnis “resminya” sendiri dimulai pada 10 Maret 1982, yakni ketika ia bersama teman-temannya mendirikan Lembaga Bimbingan Test Primagama (kemudian menjadi bimbingan belajar). Waktu mendirikan bisnisnya tersebut Purdi masih tercatat sebagai mahasiswa di 4 fakultas dari 2 Perguruan Tinggi Negeri di Yogyakarta. Namun karena merasa “tidak mendapat apa-apa” ia nekad meninggalkan dunia pendidikan untuk menggeluti dunia bisnis. 


Dengan “jatuh bangun” Purdi menjalankan Primagama. Dari semula hanya 1 outlet dengan hanya 2 murid, Primagama sedikit demi sedikit berkembang. Kini murid Primagama sudah menjadi lebih dari 100 ribu orang per-tahun, dengan ratusan outlet di ratusan kota di Indonesia. Karena perkembangan itu Primagama ahirnya dikukuhkan sebagai Bimbingan Belajar Terbesar di Indonesia oleh MURI (Museum Rekor Indonesia). 


Mengenai bisnisnya, Purdi mengaku banyak belajar dari ibunya. Sementara untuk masalah kepemimpinan dan organisasi, sang ayahlah yang lebih banyak memberi bimbingan dan arahan. Bekal dari kedua orang tua Purdi tersebut semakin lengkap dengan dukungan penuh sang Istri Triningsih Kusuma Astuti dan kedua putranya Fesha maupun Zidan. Pada awal-awal berdirinya Primagama, Purdi selalu ditemani sang istri untuk berkeliling kota di seluruh Indonesia membuka cabang-cabang Primagama. Dan atas bantuan istrinya pula usaha tersebut makin berkembang. 


Kini Primagama sudah menjadi Holding Company yang membawahi lebih dari 20 anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang seperti: Pendidikan Formal, Pendidikan Non-Formal, Telekomunikasi, Biro Perjalanan, Rumah Makan, Supermarket, Asuransi, Meubelair, Lapangan Golf dan lain sebagainya. 


Walaupun kesibukannya sebagai entrepreneur sangat tinggi, namun jiwa organisatoris Purdi tetap disalurkan di berbagai organisasi. Tercatat Purdi pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) cabang Yogyakarta dan pengurus Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) DIY. Selain itu Purdi pernah juga tercatat sebagai anggota MPR RI Utusan Daerah DIY. 


Untuk jadi seorang entrepreneur sejati, tidak perlu IP tinggi, ijazah, apalagi modal uang. “Saat yang tepat itu justru saat kita tidak punya apa-apa. Pakai ilmu street smart saja,” ungkap Purdi E Chandra, Dirut Yayasan Primagama. 


Menurutnya, kemampuan otak kanan yang kreatif dan inovatif saja sudah memadai. Banyak orang ragu berbisnis cuma gara-gara terlalu pintar. Sebaliknya, orang yang oleh guru-guru formal dianggap bodoh karena nilainya jelek, justru melejit jadi wirausahawan sukses. 


“Masalahnya jika orang terlalu tahu risikonya, terlalu banyak berhitung, dia malah tidak akan berani buka usaha,” tambah ‘konglomerat bimbingan tes’ itu. Purdi yang lahir di Lampung 9 September 1959 memang jadi model wirausaha jalanan, plus modal nekad. la tinggalkan kuliahnya di empat fakultas di UGM dan IKIP Yogyakarta. Lalu dengan modal Rp.300 ribu ia dirikan lembaga bimbingan tes Primagama 10 Maret 1982 di Yogyakarta. Sebuah peluang bisnis potensial yang kala itu tidak banyak dilirik orang. la sukses membuat Primagama beromset hampir 70 milyar per tahun, dengan 200 outlet di lebih dari 106 kota. la dirikan IMKI, Restoran Sari Reja, Promarket, AMIKOM, Entrepreneur University, dan terakhir Sekolah Tinggi Psikologi di Yogyakarta. 


Grup Primagama pun merambah bidang radio,penerbitan, jasa wisata, ritel, dll. Semua diawalkan dari keberanian mengambil risiko. Kini Purdi lebih banyak lagi ‘berdakwah’ tentang entrepreneurship. Bagi Purdi, entrepreneur sukses pastilah bisa menciptakan banyak lapangan kerja. Namun, itu saja tidak cukup berarti bagi bangsa ini. “Saya memimpikan bisa melahirkan banyak lagi pengusaha-pengusaha. Dengan demikian, makin banyak pula lapangan kerja diciptakan. Itulah Mega Entrepreneur,” ungkap Purdi.


Bagaimana semangat wirausaha masyarakat kita?
 Mungkin begini. Salahnya pendidikan kita itu, kebanyakan orang lulus sarjana baru cari kerja. Jadi pengusaha itu mungkin malah orang-orang yang kepepet. Yang tidak diterima di mana-mana, baru dia sadar dan bikin usaha sendiri. Mestinya, kesadaran seperti ini bisa untuk orang-orang yang tidak kepepet. Alasannya, kalau mau usaha harus ada modal, punya ketrampilan. Padahal tidak harus begitu. Saat yang tepat itu justru saat kita tidak punya apa-apa. Ibaratnya kalau kita punya ijazah pun, tidak usah dipikirin. Saya dulu tak tergantung dengan selembar kertas itu. Sekarang mau dijaminkan di bank juga tidak bisa. Hanya buat senang-senang saja kalau sudah sarjana. 

Memang saya lihat pendidikan kita itu dari otak kiri saja. Padahal kalau kita garap yang kanan, porsinya banyak, maka otomatis otak kirinya naik. Tapi kalau kita banyakin kiri, kanan ndak ikut naik. Kanan itu adalah praktek. Saya bilang street smart. 


Cerdas di lapangan, di jalanan. Orang yang akademik, sekolahnya pintar, IP atau nilai tinggi, dia tidak berani menentang teori. Jadi robotlah. Kalau di situ jadi topeng monyet. Dia tidak berani membuat kreasi sendiri. Padahal hidup dia itu bukan di masa lalu. Hidup dia itu kan di masa datang, dan itu serba berubah cepat. Tidak ada yang sama dengan teori yang dia pelajari. Teori itu kan hasil temuan. Kenapa kita tidak bisa menemukan sendiri? Saya punya contoh, manajemen di Primagama, yang tidak ada di teori. Kalau pun ada di teori pasti disalah-salahkan. 


Apa itu?
 Di Primagama, suami-istri bekerja dalam satu kantor itu malah kita anjurkan. Di lain tempat dan di teori itu ndak boleh! Tapi saya praktekkan, ternyata jalan, bagus. Saya melihat, mereka masing-masing bisa saling mengontrol. Maka, menantang teori itu yang utama. Saya malah bisa menaikkan omset Primagama 60%. 

Contohnya lagi, iklan Primagama yang pakai aktor Rano Karno. Menurut orang kampus, dan pernah dibahas di sana, itu ndak bener! Menurut teori ndak benar. Tapi nyatanya, bagus hasilnya? Saya dulu pernah pakai Sarlito (pakar psikologi dan pendidikan:rec), malah ndak ada hasilnya, walau dia doktor atau apa. Jadi street smart itu… 


Apa artinya street smart?
 Cerdas di jalanan. Ada academic smart atau school smart. Tapi street smart itu cerdas dengan praktek. Jadi begini, kalau kita punya pengetahuan dengan benar, pengetahuan itu kan akademik. Kita tidak strong, gugur! Kita tidak akan bisa. Kita tidak akan bisa benar. Waktu SD itu ada bacaan-bacaan begini; “Ibu pergi ke pasar membeli sayur.” Kok tidak yang menjual sayur saja? 

Kok kata-katanya selalu membeli, bukan menjual? Teryata setelah saya urut-urut, yang nulis itu guru. Coba kalau isinya diubah menjadi menjual, itu akan lain. 


Kenapa tertarik menonjolkan sisi menjualnya?
 Kalau saya bertransaksi, itu nilai tambah. Dalam transaksi, duit paling banyak itu kan pengusahanya? Dan paling banyak milik pengusaha. Coba kalau misalnya yang satu membeli saja. Akan terbatas transaksinya. Sehingga kalau memang harus banyak pengusahanya, ya untuk menjual. 

Setuju dengan pemikiran Kiyosaki “If you want to be rich and happy, don’t go to school” ?
 Kalau saya if you want to be rich and happy, ya…. Kalau ingin kaya, ngapain sekolah? Kalau di sekolah tidak akan happy dan kaya. Pendidikan kita tidak bikin happy, malah bikin stres anak. Porsi mainnya kurang. Sejak Taman Kanak-kanak sudah dipaksa main otak kiri. Mungkin itu karena dari mentrinya sampai orang-orang tuanya itu otak kiri semua, kan? Dikatakan figur yang bagus itu yang profesor, yang doktor. Padahal kalau kita pilah, yang pintar sekolah memang jadi dosen, jadi dokter. Yang sedang-sedang saja jadi manajer. Tapi yang bodo-bodo sekolahnya malah jadi pengusaha. 

Penelitian di Harvard begitu. Penyikapan guru terhadap anak yang bodo kok divonis tidak punya masa depan? Mungkin dia berani, kreatif, bisa menemukan apa yang tidak ditemukan oleh anak-anak pintar. 


Nah, pendidikan kita itu semua mau dijadikan ilmuwan. Seolah ngejar otak kiri saja, ngejar school smart saja. 


Apa yang harus dilakukan untuk membongkar sistem seperti itu?
 Memang berat karena dari dulu juga begitu. Maka harus lewat luar, kegiatan-kegiatan ekstra. Maka saya usulkan pendidikan kita dibuat dua sistem; sistem ijazah dan sistem tanpa ijazah. Kalau sekolah tanpa ijazah, orang akan cenderung cari ketrampilan dari praktek yang kelihatan. Yang pakai ijazah untuk yang mau jadi dosen, jadi dokter, jadi ilmuwan. 

Kalau pelajaran kimia yang pakai ijazah, ya ilmuwan itulah. Kalau kimia yang tidak pakai ijazah, pilihannya ya bikin deterjen, bikin sirup, bikin apa saja yang ada manfaatnya. Kalau semua harus belajar kimia, padahal kita tidak tertarik, berarti dipaksa dan tidak happy jadi nya. 


Kalau di tataran konseptual, apa yang mesti dilakukan?
 Saya kira Dikbud itu merasa bahwa yang menentukan masa depan Indonesia itu dia. Bikin kurikulum, walaupun sumbernya dari masyarakat, tapi sering terlambat. Kurikulum tahun lalu baru dipakai sekarang. Lebih cepat di luar, kan? Maka kalau saya, pendidikan itu tidak usah diatur. Perguruan Tinggi siapa pun boleh bikin. Dan itu masyarakat yang menilai. Hukum pasar! Titel MBA atau apa dilarang, kenapa? Alamiah aja. Nanti kalau kebanjiran itu orang ndak mau pakai, kan ndak masalah? Kalau banyak manajer belajar ilmu untuk mendapatkan MBA, itu kan bagus? Dalam pendidikan itu sebenarnya mereka dagang. 

Kalau model-model pendidikan itu masyarakat yang mengembangkan, mungkin baru bagus. Karena pas dengan zaman itu. Misalnya Mc Donald mau bikin Universitas Mc Donald, kenapa tidak? 


Bagaimana dengan Entrepreneur University yang Anda dirikan?
 Sebagai entrepreneur, saya punya visi Mega Entrepreneur. Artinya bagaimana seorang pengusaha bisa menciptakan pengusaha lainnya. Kalau pengusaha bisa menciptakan lapangan kerja, itu sudah biasa. Yang saya kejar adalah bagaimana saya bisa menciptakan banyak pengusaha. Dulu visi saya memang menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Kalau seperti itu kan lama. Mungkin hanya ribuan lapangan kerja. Tapi kalau bisa menciptakan banyak pengusaha, lapangan kerja yang tercipta lebih banyak lagi. 

Karyawan saya pun saya usahakan bisa jadi pengusaha. Kayak manajer-manajer saya, semua sudah punya usaha di luar. Saya ditentang oleh Renald Kasali. Katanya menurut teori itu tidak bisa. ‘Orang kerja kok diajak merangkap jadi pengusaha, itu ndak bisa!’. Saya praktekkan ternyata bisa. Manajer saya punya perusahaan mebel. 


Menurut Kiyosaki, di sini dia sebagai employee, di luar dia sebagai business owner karena yang mengelola orang lain. Ada manajer saya yang buka bengkel motor. Sopir saya punya kenteng mobil. Sopir saya yang lain punya bisnis jual beli handphone. 


Karyawan-karyawan itu mau jadi manajer semua ? ndak mungkin kan… Harapan paling besar saya, ya mereka jadi pengusaha. 


Sejak kapan Entrepreneur University berjalan?
 Entrepreneur University (EU) berjalan baru setahun. Sebelumnya kita sudah sering adakan pelatihan di mana-mana. Tapi cuma beberapa hari, lalu selesai tidak ada follow up. Sekarang lebih jelas, kita ada follow up. Misalnya kita adakan tiga bulan, setelah itu ada klub entrepreneur. Yang itu bisa dilakukan lewat internet, pertemuan-pertemuan, dan juga konsultasi seperti tadi. Di EU diutamakan yang indeks prestasinya (IP) rendah. Memang pernah ada yang protes, orang mau masuk tapi IP-nya tinggi, dia jadi minder. Tapi memang saya lebih mudah mengajar orang yang tidak pintar. Kalau otak kiri sudah kuat, susah berubahnya. 

Misalnya dia kuliah di akuntansi, yang feasible tidak feasible, udah, ndak berani-berani dia. Usaha itu bukan perhitungan sebelumnya. Hitungan yang terjadi, itulah usaha. Banyak yang terjadi kita tidak tahu dan tidak kita pikirkan sebelumnya. Saya di Primagama dulu kalau dipikir tidak rasional. Modal saya cuma Rp.300 ribu saja. Sekarang asetnya sudah hampir Rp.100 milyar, kan? 


Rasionalnya di mana? 
Tadi seorang direksi bank yang ingin membuat usaha. Seperti dia, dihitung-hitung terus, selalu tidak positif. Akhirnya tidak berani buka usaha. Saya bilang, “Jangan dihitung terus!” Usaha itu dibuka, baru dihitung. Ini street smart. Kalau dihitung baru dibuka, ndak akan buka-buka usaha. Makanya, yang membuat orang takut itu bukan sisi gelap, tapi justru sisi terang. Karena terang itu tahu hitung-hitungannya, tahu risikonya gedhe, jadi takut. Kalau gelap, tidak tahu apa-apa, usaha itu tidak takut. Dihitung atau tidak dihitung itu sama saja kok. 

Padahal entrepreneur harus berani ambil risiko… 


Itulah, ambil risiko itu berarti harus gelap. Maksudnya jangan terlalu banyak tahu. Setelah jalan, kita pakai ilmu street smart tadi. Street smart itu yang melahirkan kecerdasan entrepreneur yang dibutuhkan untuk pemula usaha. Isi kecerdasan entrepreneur itu ya kecerdasan emosional, spiritual, dan basisnya di otak kanan. 


Bagaimana cara Anda merealisasikan gagasan Mega Entrepreneur?
 EU ini saya yang buka dan pelatihannya saya yang mengajar sendiri. Saya bukan cari untunglah, tapi semacam aktulisasilah buat saya. Karena saya ingin jadi Mega Entrepreneur tadi. Sehingga saya bela-belain, ndak harus untung. Kalau nombokpun saya mau untuk memberikan dakwah tentang entrepreneurship ini. Itu yang saya lakukan, dan sudah dua angkatan EU di lima kota. Perkembangan pesertanya cukup positif. Yang sama sekali tidak berani berusaha, kini jadi berani. 

Bagaimana tren kewirausahaan ke depan?
 Saya kira itu suatu keharusan. Kalau negara ini mau maju, harus banyak pengusahanya. Kita belum ada kementrian yang khusus mengurusi wirausaha. Di Indonesia banyak bisnis yang bisa dikembangkan menjadi franchise dan tidak harus yang mahal. Di Malaysia sudah ada kementriannya, dan mentrinya mendorong mereka yang mau usaha franchise dsb. 

Bagaimana entrepreneur yang ideal itu?
 Ukuran ideal saya adalah dari banyaknya lapangan kerja yang diciptakan. Pengusaha yang bisa melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Bisnisnya kalau bisa yang baik-baiklah. Saya suka mengurusi bisnis yang langsung ke pasar. Yang menilai dan menentukan bisnis saya ya pasar. Saya ndak model dengan bisnis lobi-lobi yang harus berhubungan dengan pemerintah. 

Pernah mengalami pencerahan selama menjadi entrepreneur?
 Saya mengembangkan sisi spiritual melalui dzikir atau meditasi. Bisnis itu, kalau bisa ya melibatkan yang “di atas”. Tidak bisa berjalan dengan diri kita sendiri. Maka saya kembangkan kecerdasan spiritual. Kalau menggunakan intuisi saja, hanya bisa menunjukkan sesuatu tujuan itu seperti apa…. Tapi kalau dzikir, melibatkan Tuhan, kuncinya justru membuat tujuan itu terjadi. 

Misalnya diramal orang kita tidak hoki. Dengan dzikir itu bisa jadi hoki. Yang tidak baik jadi baik. Arah negatif bisa jadi positif. Maka, menantang teori itu yang utama! Makanya, yang membuat orang takut itu bukan sisi gelap, tapi justru sisi terang. 


Wujudkanlah mimpi anda, kembangkanlah “penglihatan pemikiran” yang selama ini terpendam, berikanlah arti pada hidup yang anda cintai ini. Semuanya berawal dari sebuah impian. Dunia dengan segala isinya diciptakan Tuhan dari “impian-Nya”. 


Kisah-kisah keberhasilan para tokoh yang berhasil mengubah dunia, bermula dari mimpi, seperti apa yang dilakukan Galiileo, Thomas Alva Edison, Einstein, dan lain-lain. Bangunan-bangunan besar seperti candi dan piramid juga dimulai dari impian. Bahkan, majalah ini hingga akhirnya sampai ke tangan pembaca, juga diawali dari impian. Bila demikian, tampaknya segala sesuatu sangatlah mungkin untuk diwujudkan. Masalahnya adalah kebanyakan orang telah membuang jauh-jauh mimpi mereka ke tempat sampah, atau merasa bahwa mimpi mereka merupakan hal yang mustahil. Padahal, hampir semua mimpi bisa diwujudkan dengan sedikit kecerdikan, sedikit keberanian serta dukungan emosional. 


Sebagai ilustrasi, pertengahan tahun 70-an Bill Gates bermimpi bahwa komputer akan tersedia di setiap rumah pada suatu masa nanti; Akio Morita bermimpi bisa mendengarkan musik favoritnya sambil main tenis, tanpa harus mengganggu tetangga kiri-kanan; atau Sosrodjoyo yang bermimpi nantinya orang-orang akan memilih teh botol bikinan pabrik daripada repot-repot menyeduhnya di rumah. 


Tetapi perlu kiranya dibedakan antara “mendambakan” dan “memimpikan”. Mendambakan bersifat pasif dan menunggu, hanya merupakan selingan iseng tanpa otak, tanpa upaya untuk mewujudkannya. Sedang memimpikan bersifat aktif dan berani mengambil inisiatif. la didukung oleh rencana dan tindakan untuk membuahkan hasil. 


Tokoh-tokoh yang disebut di atas adalah contoh perbuatan memimpikan. Mereka tidak sekadar beranganangan, melainkan berupaya keras mewujudkan impiannya. Microsoft, Sony, dan Teh Sosro adalah hasil nyata dari mimpi-mimpi mereka. 


Singkatnya, penglihatan pikiran membuka pintu untuk mewujudkan impian kita. Namun begitu pintu tersebut terbuka, harus ada tindakan nyata berupa: disiplin, kebulatan tekad, kesabaran, dan ketekunan bila kita ingin membuat impian tersebut menjadi kenyataan. Penglihatan Pikiran 


Pada hakikatnya setiap insan memiliki dua jenis penglihatan: penglihatan mata dan penglihatan pikiran. Penglihatan mata adalah apa yang kita lihat ada secara fisik di sekeliling kita, misalnya: mobil, gunung, pulpen atau teman-teman kita. Sebaliknya, penglihatan pikiran adalah sebuah kekuatan untuk melihat bukan apa yang ada secara fisik, tetapi apa yang bisa ada setelah intelegensia manusia diterapkan. Penglihatan pikiran adalah kekuatan untuk bermimpi. Dr. David Schwartch, dalam The Magic of Thinking Success, yakin bahwa perasaan kita yang paling tak ternilai harganya adalah penglihatan pikiran. Penglihatan tersebut membentuk gambaran masa depan yang kita harapkan, rumah yang kita idamkan, hubungan keluarga yang kita dambakan, liburan yang akan kita ambil, atau penghasilan yang akan kita nikmati kelak.

Rabu, 06 Maret 2013

10 Bandara Tersibuk di Amerika Serikat


10. Phoenix Sky Harbor International


Phoenix Sky Harbor International is popular with travelers
Photo credit: CCA-SA 3.0 ZHoover
Sky Harbor baru-baru ini dikunjungi 38,5 juta penumpang melewati bandara pada tahun 2010, naik sedikit dari 2009.Sky Harbor adalah bandara modern terbersih dimana fasilitas sebagian besar dibangun sejak 1990-an, tempat ini adalah bandara  favorit pelancong bisnis. Peringkat kelima secara keseluruhan dalam survei JDPower.com 2010 dari kepuasan pelanggan di bandara AS.



9. San Francisco International

San Francisco International is a major international gateway.
Photo credit: CCA-SA 2.0 Andrew Choy


Bandara di San Francisco mendapatkan perhatian yang tinggi di antara para pelancong dan kelompok industri. Sebuah survei tahun 2008 yang dilakukan oleh rating layanan penerbangan Skytrax dinilai sebagai Bandara Internasional terbaik di Amerika Utara. Dan tidak seperti beberapa bandara lainnya di dunia "International" di nama mereka, tetapi hanya segelintir penerbangan di luar AS, hanya melayani sebagai gerbang utama ke Eropa dan Asia. Terminal internasional $ 1000000000  yang dibuka pada tahun 2000 adalah terminal internasional terbesar di Amerika Utara. Satu ketukan terhadap bandara adalah yang berhubungan dengan cuaca penundaan penerbangan - itu peringkat terburuk kedua dalam daftar ini untuk tepat waktu kedatangan dan keberangkatan pada tahun 2010.

8. Las Vegas McCarran International

Las Vegas McCarran International has more than 1,000 slot machines.
Photo credit: CC BY-SA 2.0/Inazakira
Tidak seperti bandara lain yang dibangun jauh dari atraksi utama di kota-kota tuan rumah mereka, McCarran dibangun tidak jauh dari jantung Las Vegas Strip yang dapat ditempuh beberapa menit. Anda bahkan tidak harus menunggu selama itu untuk menyembuhkan gatal perjudian. McCarran airport menampilkan lebih dari 1.000 mesin slot. Seperti yang mungkin Anda harapkan dari bandara di kota katering untuk kemewahan dan kemudahan para tamu, McCarran telah di ujung tombak dari beberapa inovasi membantu wisatawan. Pada tahun 2003, bandara ini menjadi yang pertama untuk menginstal multi-tujuan check-in kios, baik untuk maskapai penerbangan, tidak hanya di bandara tetapi di pusat konvensi kota juga. Dan pada tahun 2005, pada saat banyak pelancong bisnis masih menggunakan dial-up layanan Internet, McCarran memperkenalkan Wi-Fi seluruh fasilitas, penagihan itu sendiri pada saat itu sebagai ruang bebas terbesar Wi-Fi di AS.

7. George Bush Intercontinental

George Bush Intercontinental rates first in the U.S. in on-time performance among major airports.

Bandara Houston dinamai untuk menghormati presiden Bush pertama mendapat perhatian khusus dari  para wisatawan, serta Departemen Perhubungan, yang menempati peringkat bandara berdasarkan on-time mereka kedatangan dan keberangkatan. Kinerja tepat waktu GBI pada tahun 2010 (84,5 persen pada kedatangan waktu, 83,5 keberangkatan tepat waktu) peringkat pertama di antara bandara utama di Amerika Serikat.


6. John F. Kennedy International
JFK International is the top international airport in the United States.
Photo credit: CCA 2.0 Doug Letterman

Dengan US Northeast sejauh wilayah negara yang paling padat penduduknya, hal itu mungkin menjadikan JFK adalah satu-satunya bandara di seluruh daerah yang membuat menjadi 10 bandara tersibuk. Intinnya ada banyak penduduk di Northeast dan memiliki dua atau bahkan tiga bandara utama, sementara sebagian besar bandara mendominasi wilayah mereka. Meskipun begitu JFK berbagi panggung dengan penerbangan New York dengan Bandara LaGuardia dan Newark Liberty International, JFK masih memiliki 46,5 juta penumpang pada tahun 2010. Seperti yang Anda duga, JFK merupakan bandara tersibuk di Amerika Serikat untuk penerbangan internasional, sebagai maskapai penerbangan dari hampir 50 negara memiliki penerbangan reguler dari fasilitas tersebut. Seperti banyak bandara lainnya di AS, JFK yang dibuka pada tahun 1948 telah mengalami banyak renovasi dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan tidak membantu kinerja - menurut statistik Departemen Perhubungan sampai Agustus 2011, hanya 63,5 persen dari penerbangan pada tahun lalu berangkat tepat waktu, sejauh yang terburuk dari setiap bandara pada daftar ini.

5. Denver International

Denver International Airport's roof is its most distinctive feature.
Photo credit: Ambient Ideas/Shutterstock.com

The most common question posed by travelers passing through Denver International for the first time: What is on the roof? The airport’s distinctive fiberglass roof, which critics have likened to both badminton shuttlecocks and white tepees, was designed to resemble the region’s snow-covered Rocky Mountains in winter. The airport certainly got off to a rocky start before its 1995 opening, coming in more than $2 billion over budget. It’s been mostly good news since. DEN consistently scores very well in performance surveys. Readers of Business Traveler Magazine voted it the Best Airport in North America each year from 2005 through 2009.




4. Dallas/Fort Worth International

Dallas/Fort Worth International is so big, it has its own zip code.
DFW is literally a city onto itself: DFW Airport, Texas, has its own zip code, post office and public services. With 56.9 million passengers in 2010, Dallas/Fort Worth International is the eight-busiest airport in the world, but third-busiest when factors such as air cargo and aircraft movements are considered. Although in retrospect it seems a natural for Dallas and Fort Worth to share an airport midway between the two sprawling cities, the construction process was not easy. A joint airport was first proposed in the 1920s, but wrangling between the two cities over the location and other issues finally led the FAA to intervene in the 1960s with an ultimatum: Build a new facility or the FAA will choose its own site. DFW opened in 1974 and has been an economic boon for the region, with an estimated annual economic output of $16.6 billion in North Texas.


3. Los Angeles International

LAX's biggest problem is access via crowded freeways.
Photo credit: Karin Hildebrand Lau/Shutterstock.com

Chances are if you’ve ever flown from the continental U.S. to Hawaii, Japan or Australia, you passed through LAX on your way there. Los Angeles International was the sixth-busiest airport in the world in 2010, with just under 60 million passengers. If you’ve ever flown into LAX as a destination, you might have felt you were stuck behind 60 million motorists on area freeways after leaving the airport. Many frequent travelers to the area prefer the accessibility and amenities of LA/Ontario International Airport about 40 miles east of L.A., although traffic at that facility has declined sharply during the current economic downturn.



2. Chicago O’Hare International

Flight delays have been a longtime problem at Chicago-O'Hare.
Photo Credit: André Klaassen/Shutterstock.com

Flight delays are an ongoing problem at O’Hare, thanks to the airport’s status as a busy hub for United Airlines and American Airlines, not to mention frequent summer thunderstorms that cause delays. There’s good news for travelers, though: A multi-billion dollar project is underway to add or reconfigure airport runways and add a new terminal. Despite the prospect of flight delays, ORD remains popular with business travelers.



1. Hartsfield-Jackson Atlanta International

Hartfield-Jackson Atlanta International is the world's busiest airport.
Photo credit: CCA-BY-3.0 Omoo at en.wikipedia

So how did what was once a tiny airstrip in a Southern city become the busiest airport in the world? First, some numbers: Hartsfield-Jackson accommodated an astonishing 89.3 million passengers in 2010. Beijing, China’s airport ranked second, with 73.9 million passengers. From the very beginning, Atlanta’s airport, which opened in 1926, was one of the busiest in the nation, and traffic increased dramatically as Eastern Airlines and Delta Airlines centered their operations in Atlanta, helping connect flights from cities throughout the South. Many longtime Southern residents still joke that on their way to heaven, they’ll first have to make a connection at Hartsfield. City leaders, eager to promote development, also pushed through expensive airport projects during the 1970s and 1980s that kept the airport on the cutting edge of aviation development. Eastern Airlines is gone, of course, but Delta is still an integral part of operations at Hartsfield-Jackson.

Selasa, 05 Maret 2013

Militer Malaysia Melawan Militan Filipina


Tentara Malaysia di Sabah
Pesawat tempur dan pasukan darat Malaysia, Senin 5 Maret, dikerahkan untuk menggempur kelompok bersenjata asal Filipina yang mendarat di Lahad Datu, Sabah.

Pasukan komando Malaysia
Militer dikerahkan setelah delapan polisi Malaysia tewas dalam bentrokan senjata yang berlangsung mulai Jumat pekan lalu

Hari Minggu 4 Maret, Perdana Menteri Malaysia mengumumkan pengerahan pasukan untuk membantu kepolisian Malaysia menghadapi kelompok militan Filipina di Sabah.


Warga mengangkat jenazah
Warga Kampung Simunul, Sabah, membawa jenazah kelompok militan yang tewas dalam bentrokan dengan aparat keamanan Malaysia.


Warga Kampung Tanjung Labian
ingga saat ini belum ada laporan tentang warga sipil yang tewas dalam bentrokan antara aparat keamanan Malaysia dengan kelompok militan Filipina.



Polisi Filipina
Polisi Filipina memastikan pengamanan atas Kedutaan Besar Malaysia di Filipina dari para pengunjuk rasa.



.







Badai Pasir Menyerang Beijing

Perbandingan udara Beijing



Kota Beijing



Udara Beijing
Pusat Pemantauan Lingkungan Beijing sudah mengeluarkan saran untuk tetap tinggal di dalam rumah.

Ibu dan anak mengenakan penutup wajah
Seorang ibu mengenakan pelindung mulut dan hidung untuk anaknya yang masih kecil.


Warga Beijing
Seorang perempuan berjuang dengan sepedanya menembus cuaca yang buruk di Beijing.

Warga Beijing
Yang tidak menggunakan pelindung wajah harus menutup dengan menggunakan kain seadanya.

Polisi menggunakan pelindung mulut
Buruknya kualitas udara di Beijing ini kembali mengangkat seruan pengendalian lingkungan, yang ramai dibicarakan di internet.

Warga Beijing
Polusi sampai membuat jarang pandang menjadi amat terbatas.










10 Gadget Modern Teraneh


1. Humping USB Dog
Sederhana saja, ini adalah seekor anjing yang dicolok ke drive USB anda dan ia akan 'bergoyang'. Aneh, sangat memalukan dan tidak ada gunanya. Satu lagi kontribusi dari Jepang untuk dunia gadget.


2. Pee Powered Battery
Ini adalah baterai bertenaga cairan yang ramah lingkungan dan baru saja masuk pasaran di Jepang. Sebenarnya anda bisa menggunakan cairan apapun untuk mengisi ulang baterai ini, tapi dengan nama 'pee powered' (yang artinya bertenaga air seni), mungkin saja ada orang yang benar-benar menggunakan air seninya untuk mengisi ulang. Pikiran orang juga semakin terjerumus dengan adanya tulisan 'NoPoPo', yang sebenarnya adalah singkatan dari Non Polluting Power.


3. Tas Punggung Anti Peluru
Sebenarnya jika anda sampai membutuhkan benda ini, maka sebaiknya anda berpindah tempat kerja atau tempat tinggal. Produsennya mengatakan bahwa "Memiliki produk ini adalah hal penting untuk bertahan hidup daripada anda tidak memiliki perlindungan apapun dan ternyata ditembak dengan peluru 9 mm dari sebuah Magnum 44." Hmm..sepertinya ini bukan kriteria utama bagi orang-orang yang ingin membeli sebuah tas punggung.


4. Mini Desk
Memang desainnya sangat lucu, tapi bisakah anda membayangkan diri anda bekerja di meja seperti ini selama bertahun-tahun? Setelah trendnya berakhir maka anda mungkin akan menyesali 4400 US$ yang telah anda keluarkan.


5. Tempo Wireless Trashcan
Tempat sampah ini diklaim sebagai "hard drive penyimpan yang unik" yang dapat menyelamatkan file dari penghapusan yang tidak disengaja dengan cara menyimpan mereka. Lalu apa bedanya dengan external harddrive biasa yang bentuknya tidak memalukan untuk dibawa kemana-mana?


6. Velcro Socket Faceplate
Apakah anda membutuhkan colokan yang tidak terpakai yang ter-velcro ke samping soketnya hanya untuk menemukan colokan yang sama?


7. iPod Toilet Roll Holder
Sepertinya ini tidak perlu dikomentari lagi. Dock iPod ini berharga 199 US$, harga yang cukup mahal hanya untuk sebuah penahan gulungan tissue.


8. The Beerbelly Beverage Bag
Nilai jual dari produk ini adalah anda dapat menyelundupkan bir atau minuman lainnya ke dalam berbagai acara, selama anda tidak peduli dengan tatapan aneh dari tamu-tamu lainnya.


9. Tank Paintball
Walaupun terlihat bodoh tapi sebenarnya alat ini juga terlihat sangat menyenangkan. Kemenangan tim anda sudah dapat dipastikan jika anda memiliki ini dalam permainan paintball yang akan anda ikuti. Dan cobalah lihat senyum besar dari orang yang mengendarainya, yang menaikinya pasti mendapatkan perasaan 'berkuasa' yang sebanding dengan harganya yaitu 16.000 US$.


10. Toshiba 360 Gaming Helmet
Toshiba memang ahlinya dalam mengkontribusikan sesuatu yang 'besar' untuk dunia teknologi. Dan ternyata produk Toshiba yang satu ini memang besar, Toshiba menawarkan sebuah helm gaming atau lebih tepatnya seperti sebuah televisi CRT yang dipaksakan dipasang ke kepala anak-anak. Dari gambarnya sudah cukup terlihat bahwa memakai helm seberat 2,7 kg ini akan sangat menyiksa para gamer.
 


urochse.blogspot.com Webutation
urochse.blogspot.com Webutation